Silabus Mata Kuliah ESA160 – Filsafat Ilmu dan Logika

SILABUS

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu dan Logika
Kode Mata Kuliah : ESA 160
Bobot : 2 SKS
Program Studi : Pelaksana Akademik Mata Umum (PAMU)
Fakultas : Pelaksana Akademik Mata Umum (PAMU)

Standar Kompetensi :

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar, mahasiswa mampu memahami hakekat filsafat ilmu yang terdiri dari ontology, epistemology dan axiology serta konsep dasar logika, khususnya deduksi, induksi dan pemanfaatan logika sebagai sarana berpikir ilmiah.

Kompetensi Dasar :

  1. Memahami hakekat filsafat ilmu
  2. Memahami hakekat ontology dan aplikasinya dalam penyusunan konsep
  3. Memahami hakekat epistemology dan langkah-langkah berpikir ilmiah
  4. Memahami aspek axiology dalam pemanfaatan ilmu
  5. Memahami konsep-konsep logika dasar
  6. Memahami konsep deduksi dan penerapan deduksi sebagai sarana berpikir ilmiah
  7. Memahami penerapan induksi dan penerapan induksi sebagai sarana induktif

Materi :

  1. Filsafat ilmu
  2. Ontology dan penyusunan kerangka teori dan konsep
  3. Epistemology, logico hypotetico verifikasi dan menyusun kerangka teori
  4. Axiology
  5. Logika
  6. Deduksi, penalaran Deduksi dan matematika sebagai sarana berpikir deduktif
  7. Induksi, penalaran Induksi, dan statistika sebagai sarana berpikir induktf

Waktu :

14 tatap muka x 2 sks x 50 menit

Metoda :

  1. Contextual instruction  
  2. Contextual instruction  dan cooperative learning
  3. Contextual instruction dan cooperative learning 
  4. Contextual instruction
  5. Contextual instruction
  6. Contextual instruction, cooperative learning , discovery learning dan small group discussion
  7. Contextual instruction, cooperative learning , discovery learning dan small group discussion

Media :

  1. White board, hybrid learning dan blog
  2. White board, hybrid learning, blog dan lembar tugas
  3. White board, hybrid learning, blog dan lembar tugas
  4. White board, hybrid learning, dan blog
  5. White board, hybrid learning, dan blog
  6. White board, hybrid learning, dan blog
  7. White board, hybrid learning, blog dan lembar tugas

Sumber :

  1. Louis O. Kattsoff, Pengantar Filsafat (Jogjakarta : Tiara Wacana, 1996)
  2. Sumantri, Jujun Suria, Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer,(Jakarta : Sinar Harapan, 2000)
  3. Soekadijo, R., Logika dasar, (Jakarta : 2000)

Penilaian :

  1. Menuliskan ruang lingkup filsafat ilmu yang terdiri dari ontology, epistemology dan axiology
  2. Menyusun kerangka berpikir dan konsep berdasarkan teori dan sumber referensi yang variatif dengan substansi yang relevan
  3. Merumuskan masalah dengan benar, menjawabnya dengan kerangka teori yang relevan dan sumber referensi yang  variatif serta membuat hipotesis dengan tepat
  4. Menuliskan nilai-nilai ontology, epistemology dan axiology dalam ilmu alam dan ilmu sosial
  5. Menuliskan hakekat logika sebagai ilmu untuk penarikan kesimpulan dan metoda untuk meneliti ketepatan penalaran
  6. Menarik kesimpulan secara deduktif dan menjelaskannya dengan cemerlang atau baik sekali
  7. Menarik kesimpulan secara induktif dan menjelaskannya dengan cemerlang atau baik sekali

 

 

 

 

 

About mulyo

Sewaktu duduk di bangku SMA, saya mulai berkenalan dengan dunia bisnis namun cara berbisnis saya seperti perilaku seorang pekerja lepas (self employed). Saya menjajakan barang dagangan berupa kebutuhan hidup sehari-hari di toko kelontong milik orang tua. Barang yang dijual adalah sabun, sikat gigi, odol, parfum, obat, gula, kopi, teh, susu, dan sebagainya. Motivasi saya waktu itu adalah mengumpulkan tabungan untuk biaya kuliah di perguruan tinggi. Setelah kuliah di perguruan tinggi, kebiasaan saya berbisnis terus tumbuh. Awalnya, saya mengambil program studi politik karena saya berniat menjadi politisi.Keadaan tahun 80-an kondisi politik sangat panas dengan banyaknya intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan rezim Soeharto terhadap mahasiswa dan membuat saya mengubah niat menjadi seorang pendidik. Selama masa kuliah, saya berbisnis dengan cara menjajakan barang-barang cetakan, souvenir dan assesories kepada konsumen secara langsung. Dilain waktu, saya juga menawarkan jasa untuk mengerjakan proyek-proyek yang ditawarkan oleh teman-teman dan dosen untuk menambah penghasilan. Motivasi saya berbisnis adalah mencari penghasilan untuk menambah kiriman orang tua, sehingga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bisa membayar biaya kuliah. Setelah lulus dari perguruan tinggi, tempat pertama yang saya incar sebagai lahan pengabdian adalah lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Motivasi saya adalah mencari pekerjaan. Awalnya, saya diminta oleh Profesor Tilaar untuk menjadi dosen di almamater saya, salah satu PTN di Jakarta, karena saya menjadi lulusan terbaik. Pada waktu itu ada kebijakan zero growth yang mengharuskan saya menunggu hingga ada dosen yang pensiun dahulu untuk bisa masuk sebagai dosen PTN dan saya tidak sabar menunggu. Nasib akhirnya membawa saya menjadi dosen juga di salah satu universitas swasta di Jakarta, menjadi seorang pekerja (employee) Sebelum menjadi dosen, jabatan saya adalah Asisten Direktur salah satu program pendidikan di sebuah institut dengan gaji yang sangat tidak memuaskan. Saya tidak menyadari bahwa menjadi seorang pekerja memang tidak dapat mengharapkan kepuasan dari gaji yang diterima. Jumlah gaji seorang pekerja sudah ditentukan oleh pimpinan atau pemilik usaha, bahkan karena pada waktu itu lembaga tempat saya kerja belum mempunyai sistem penggajian yang bagus, akibatnya gaji yang saya terima sangat kecil dibandingkan dengan teman-teman se kantor yang jenjangnya relatif sama. Untuk menambah penghasilan, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pengajar di lembaga pendidikan tempat saya bekerja. Saya mencoba merintis karier di lembaga pendidikan dengan menduduki berbagai jabatan yang tersedia. Setelah lembaga pendidikan tempat saya bekerja dikembangkan menjadi Akademi dan Universitas, saya diangkat sebagai Pembantu Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan di Akademi tersebut. Perkembangan selanjutnya adalah, ketika dibentuk sebuah fakultas kesehatan, saya juga diangkat sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, demikian pula ketika dibentuk fakultas kesehatan lainnya, saya merangkap jabatan di kedua fakultas kesehatan tersebut. Di bidang akademik, selain menjadi dosen di Akademi dan Universitas, saya juga pernah diangkat sebagai Ketua Peminatan dan Sekretaris Jurusan. Di bidang kemahasiswaan, saya mempunyai pengalaman sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani Islam dan UKM Korps Sukarela PMI. Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi finansial saya tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang saya tempati belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang dan perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa. Untuk mencapai keamanan finansial, saya mencari tambahan penghasilan dengan menyewakan mobil yang saya miliki, menjadi perantara dalam jual beli rumah dan menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan manajemen. Sampai tahap ini, saya masih memposisikan diri saya sebagai karyawan dan dosen (employee) merangkap sebagai instruktur dan penjual jasa (self employed). Saya berusaha meningkatkan motivasi saya dengan jalan merintis karier untuk menjadi pemilik usaha (business owner) dan investor guna meraih kebebasan finansial (financial freedom) sebelum menginjak usia 60 tahun. Saya berpendapat, kebebasan finansial terwujud jika saya sudah memiliki penghasilan pasif (passive income) yang mencukupi kebutuhan hidup. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini, bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena ingin mendapatkan penghasilan. Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang "bekerja" mendapatkan penghasilan pasif. Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing. Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..
This entry was posted in ESA160 Filsafat Ilmu and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply